04 July 2019

Quartararo Back to Back Podium Di Assen,Rider Lain Kudu Waspaada...!!!


YKGP - Hallo Gaez, Seperti yang kemarin sempat saia singgung, bahwasanya jika El Diablo mampu menunjukkan konsistensinya bukan tidak mungkin nantinya ia bisa merepotkan rider-rider kawakan atau yang bisa dikatakan rider top di #MotoGP ini, dan konsistensinya masih berlanjut di seri Assen Belanda ini.

Luar biasa memang bocah ini, bisa back to back podium walaupun ia bukan dari pembalap factory, ia mampu membuktikan bahwa ia memang layak untuk diperhitungkan. Di musim ini memang ia tak diperhitungkan sama sekali, minim prestasi sebelum hijrah di kelas primer ini, namun ia menepis anggapan bahwa ia belum layak untuk naik kelas, dibandingkan dengan sesama rider rookie lainnya.

Mampu mengasapi Marc di lap ke 3 sampai lap ke 10 dengan motor satelit, dengan motor yang pas-pasan ia bersusah payah untuk mempertahankan posisinya tersebut, namun ia beberapa kali mengalami wobble sehingga pace kecepatan motornya pun bisa dikatakan menurun, ia kewalahan menghadapi keganasan mesin motor factory dari Honda yang dikendarai oleh Marc di backstraight setelah hairpin tikungan 5 di Assen belanda.


Pantang menyerah ia mampu mengambil lagi setelah 1 putaran dari Marquez sebalagi pemimpin balapan, namun bukan marc kalo ia tidak mengintili Quartararo, dengan selisih gap hanya 0,0xx Quartararo menekan motornya sampai habis-habisan namun gejala wobble masih saja setia mendampinginya, namun ia masih bisa mempertahankan posisinya dr lap 12 sampai lap ke 15.

Dan akhirnya pada lap ke 16 Quartararo harus menyerah mempertahankan posisinya setelah di overtake Vinales dan Marc secara bergantian di tempat yang sama pada back straight Veenlsang track lurus setelah hairpin Strubben di tikungan 5 sebelum tikungan 6 Ruskenhoek dengan gejala yang sama wobble, sehingga dengan mudah 2 pembalap factroy tersebut mengasapi dirinya.


Oh iya gaez wobble jika belum tahu artinya adalah "goyangan" atau biasanya disebut dengan "godek", motor bagian buritan bergoyang kiri dan kanan, kalau saia sih enakan menggunakan istlah "ajojing" gaez. Ajojing yang menimpa Quartararo bisa terjadi karena ada terpaan angin dari samping gaez setelah ia keluar dari tikungan 5, lalu kesalahan pemilihan racinglinenya, ia memilih racingline bagoan terdalam dari sirkuit Assen ini.

Nah setelah ia merosot di posisi ke 3 ia baru menyadari bahwa ia memang salah memimilih racing line ketika ia melihat dua pembalap di depannya memilih bagian luar dan motor yang mereka kendarai relatif stabil, sehingga iapun mengikuti rider di depannya, Quartararo merasa lebih nyaman hingga finish.

Dengan komparasi data dirinya dan pembalap yamaha lainnya ia tak sabar menghadapi sirkuit Sachsenring Jerman minggu ini. ia optimis bisa mempertahankan raihan podiumnya.

Danke,...
Read more

29 June 2019

Jelang Race MotoGP Assen Belanda,Dovizioso Konsentrasi Menjaga Keausan Ban


YKGP - Hallo Gaez, Dovi kelingan poin saat race Catalunya kemarin karena sliding tackle Lorenzo dari arah belakang, sehingga mengharuskan ndlosoor ketika race baru berjalan satu putaran, sehingga gap dengan Marc melebar jauh, Demi mengejar gap 37 poin dari pemuncak klasemen, Dovi mempunyai strategi dengan menjaga tingkat keausan ban.

Karena semenjak disuplay oleh Michelin, ban menjadi faktor penentu di beberapa musim kemarin, Dovi merasa yakin dengan kecepataanya saat FP1 yang berakhir buruk sehingga ia menempati posisi 13, dengan perubahan strategi ia mampu melesat ke posisi 4 saat FP2 siang kemarin waktu setempat (28/6/19), ia menjaga ritme balapnya sehingga mampu menjaga tingkat keausan ban, terbukti dengan konsentrasi di faktor ban ini, Desmodovi mampu memperbaiki kecepatannya.


Tahun lalu disini memang faktor penentu ini sangat krusial, siapa yang bisa menjaga keausan bannya ialah menjadi yang menjadi pemenangnya, kala itu 7 pembalap menjadi pemimpin grup di lomba dengan Dovi sebagai pemimpinnya, namun 2 lap terakhir mampu di rebut oleh Marc karena Dovi kehilangan daya cengkram ban ke aspal, alih alih menyerang lagi Dovi tidak mau mengambil resiko sehingga ia harus rela menyerahkan kemenangannya ke Baby Alien.

Ducati memang sepanjang musim ini sangat kompetitif, menjaga keausan ban menjadi faktor penentu, namun Ducati perlu melakukan perbaikan demi perbaikan yang berlanjut, mampu konsisten di garis depan namun belum cukup untuk mengejar ketertinggalan dari Honda, khususnya Marc Marquez,..


Danke,...
Read more

Lagi-Lagi Crash,Cidera Pungung Lorenzo Absen Race MotoGP Assen 2019


YKGP - Hallo Gaez, nahas memang apa yang dialami oleh Lorenzo, baru saja mencicipi aero part baru namun ia mengalami kecelakaan hebat di Assen kemarin saat mengikuti sesi Free Practice 1 Jumat siang kemarin (28/6/19). Sebenarnya kecelakaannya mungkin biasa saja seperti yang sudah dirasakan oleh semua pembalap, tergelincir saat memasuki tikungan disebabkan karena roda depan kurang grip ke aspal.


Sebenarnya ia sudah lepas dari motornya dan meluncur jauh di belakang, namun nahasnya ketika ia meluncur ke gravel ia malah terbepanting bekali-kali, tidak mulus layaknya main prosotan gaez, Lorenzo terbelanting bebeapa kali dan apesnya setiap mendarat di gravel mengenai punggungnya dulu. ia sempat berjalan saat marshal menghampirinya, dan segera mungkin di larikan ke medical centre.


Setelah itu lalu ia dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, kemudian dilanjutkan pemeriksaan menggunakan MRI (Magnetic Resonance Image), diketahui lebih lanjut bahwa ia mengalami cidera di tulang punggungnya gaez, bukan 1 malahan ada 2 spot retak tulang di ruas ke 6 dan 8 , dengan problem yang dialaminya ini prakstis ia harus merelakan tidak ikut balap di Assen ini gaez, dan kemudian ia akan mempercepat pemulihan cideranya ke Lugano untuk persiapan race-race berikutnya.


Beberapa seri ini memang akrab berteman dengan crash, apa sih yang menyebabkannya? kemungkinan terbesarnya adalah ia belum sepenuhnya mengenal karakter RC213V, sehingga ia kesulitan untuk mengendalikannya, indikasi berikutnya adalah paket motor yang diberikan HRC begitu buas seorang Lorenzo tidak mampu mengatasinya, lalu berikutnya adalah Lorenzo masih belum dalam kondisi benar benar pulih dari cideranya yang didapat dari Argentina dan Buriram musim lalu, sehingga ini menghambat untuk memaksimalkan kemampuannya.Setuju,...???


Danke,...


Read more

Lorenzo Akan Menggunakan Aero Fairing Dan Fuel Tank Desain Baru Di Assen 2019


YKGP - Hallo Gaez, selama ini memang terlihat Lorenzo masih sulit untuk menjinakan RC213V miliknya, berbagai upaya telah ia lakukan mulai dari adopsi desain fueltank yang ia bawa dari Ducati dan ia terapkan di tim barunya ini, namun itu belum sepenuhnya bekerja dengan baik.

Nah kali ini di sela-sela persiapan free practice, terlihat penampakan yang berbeda dengan tunggangan miliknya, bukan perubahan mayor namun ada sedikit minor update yang terlihat dari part Aero Fairing dari X-Fuera ini. bukan di winglet utamanya yang berubah namun di secondary wingletnya bro, kalau dilihat sepintas memang tidak ada yang berubah bentuknya masih sama, namun jika di amati lebih teliti, ada perbedaannya gaez, ya itu luas penampangnya terindikasi lebih lebar gaez, dengan artian bahwa Lorenzo masih bermasalah dengan fenomena wheelie roda depannya, sehingga ia membutuhkan daya down force lebih daripada Marc.

99.Jorge Lorenzo Repsol Honda
Sekedar catatan kecil gaez, memang pengembangan bebas di lakukan oleh tim selama kalender balap berlangsung, terkecuali di area mesin yang notabene sudah di segel di awal musim jika tim itu tidah memiliki konsesi, jadi untuk pengembangan mesin dibekukan, jadi antara Lorenza dan Marquez memiliki mesin yang sama, karena memang untuk mesin di homologasi atas nama tim, untuk sasis, swingarm, fairing, fueltank di homologasi berdasarkan nama pembalap, jadi jangan heran jika satu tim mempunyai fairing yang berbeda antara pembalapnya, kemudian untuk fairing juga dibatasi hanya masing-masing pembalap diberi kesempatan satu kali update selama kalender balap berlangsung.

RC213V Lorenzo (Pic:Checu Lazaro)
Mungkin di Assen inilah mulai terlihat perbedaan arah pengembangan dari Marc dan Lorenzo, sudah mulai banyak perbedaan dari bentuk fisik kuda besi mereka, kemudian juga di sisi fuelt ank Lorenzo juga berbeda dari apa yang di pakai oleh Marc, terlihat disana fuel tank RC213V milik Lorenzo mendapat update lagi seperti di tempelkan part yang mirip seperti sayap untuk menahan paha agar tetep nempel dan tidak bergeset ke atas, kemudian di bagian bawah juga terdapat tahanan betis di rangka side fairingnya, tapi kalau di amati itu bukan tahanan betis gaez, lebih ke pad untuk penahan lutut dari Lorenzo, fungsinya untuk apa? pad anyar tersebut terindikasi untuk menahan beban saat efek pengereman dari motornya, ujung2nya adalah meminimalisir kondisi badan agar tidak cepat lelah gaez. coba bandingkan gaez dengan RC213V milik The Baby Alien dibawah ini,..

93.Marc Marquez Repsol Honda
Apa lagi yang berbeda dari arah development dari  Lorenzo, terlihat juga ia menggunakan swingarm yang di balut dengan serat karbon, jadi bukan serat karbon murni, hanya dibalut saja, jadi lengan ayun masih mengunakan bahan alumunium, namun dilapisi serat karbon di bagian luarnya, sehigga tingkat kekakuan lebih rigid daripada hanya berbahan aluminium tok, ini bertujuan untuk mendapatkan handling yang lebih baik lagi bagi dirinya.

Namun sayangnya Lorenzo tidak akan bisa mencobanya saat race, karena ia dipastikan absen karena mengalami cidera tulang punggung akibat kecelakaan saat FP2,... so pity 

Danke,...
Read more

26 June 2019

Jawab Keraguan Publik,Quartararo Naik Podium Perdana,Yakin...???


YKGP - Hallo Gaez, Dengan meraih runner-up di MotoGp Catalunya kemarin, memang Quartararo menjadi bahan perbincangan di dunia MotoGPsphere, betapa tidak ia begitu konsisten mempertahankan kecepatannya, ia sangat fokus dan bisa mengendalikan diri dengan tidak buru-buru untuk menyerang rider di depannya. Namun apakah benar ia memang layak untuk mendapatkan posisi tersebut dan sudahkah ia menjawab keraguan semua orang tentang dirinya?

El Diablo sejatinya baru berusia 19 th ketika dipinang SIC Petronas untuk menemani Morbidelli untuk balap di kelas tertinggi MotoGP. Dibandingkan dengan sesama rookie di tahun ini memang ia tidak memiliki bekal yang cukup, malah bisa dibilang jauh dari layak, tidak seperti Francesco 'Peco' Bagnaia, Miguel Oliveira dan Joan Mir, jelas ia sangat inferior. Fabio Quartararo hanya berbekal prestasi satu kali kemenangan di Moto2 dan cuma bisa bertengger di posisi 10 klasemen akhir. Sebaliknya tengok saja Bagnaia, ia adalah juara dunia Moto2 2018, sedangkan Oliveira menjadi runner-up, serta Joan Mir adalah Rookie of The Year pada kategori intermediate musim lalu di Moto2.

Namun di luar dugaan ia berhasil 2 kali pole bahkan menggeser Marquez sebagai pole sitter termuda di kelas primer ini, kemudian juga ia mampu meraih podium perdana di Catalunya. dan juga ia acapkali merepotkan pembalap top lainnya saat race berlangsung, kemudian kita flashback ke Race Lemans, start dari posisi 10 ia terlempar ke posisi 16 saat balapan berlangsung namun seiring berjalannya race ia  berhasil merangsek dan bisa finis ke 8. dengan catatan ia menggunakan motor yang biasa saja.


Dengan motor yang biasa saja ia sudah membuktikan di beberapa kesempatan bahwa ia mempunyai potensi lebih daripada sesama rookie di tahun ini, dengan podium perdananya ini ia cukup baik membungkam keraguan publik tentang dirinya, namun ada sedikit catatan bahwa ia bisa podium dikarenakan ada faktor keberuntungannya juga, karena ia mendapat hibah dari jatuhnya pembalap top MotoGP di depannya, crash beruntun yang melibatkan Lorenzo,Dovi, Vinales, dan Rossi adalah bisa dikatakah 'hibah' untuknya.

Terlepas dari ia mendapatkan hibah, Quartararo mampu mengasapi motor dengan paket komplit Desmosedici GP19 milik Petrucci, dengan motor YZR-M1 nya yang tergolong motor biasa saja, kemudian juga ia berhasil memaksimalkan momentum yang didapatkannya ketika Rins hilang kendali lalu melebar, sehingga dengan mudah ia lewati.

Terlepas dari faktor ini dan itu, Quartararo mampu menunjukkan potensinya, terlepas dari hibah dan melebarnya pembalap di depannya, ini merupakan dinamika dari race itu sendiri, siapa yang bisa konsisten, siapa yang bisa memanfaatkan celah, siapa yang bisa cepat, siapa yang mampu menjalankan strateginya dengan baik, ialah yang bakal menjadi pemenangnya, "ini balapan bung" 



Namun ada catatan lainnya untuk Quartararo, selama 7 seri yang sudah berlangsung ini, El Diablo masih kesulitan untuk melakukan start yang baik, karena start merupakan poin krusial untuk kans memenangkan balapan, makanya tak heran jika Ducati juga menanamkan HoleShot di motornya, guna memaksimalkan start awal, kemudian adalah paket motor yang biasa saja ini juga menjadi poin pengurang untuk memaksimalkan potensinya.


Seandainya pabrikan Yamaha mau mengubah kebijakannya dan mau memberikan paket yang terbaik untuk Quartararo, bisa saja El Diablo  mampu merebut gelar Rookie of The Year, atau bahkan mampu menjadi tim independen terbaik untuk tahun ini.

Arrivederci,...
Read more

Memang Sayang, Konsistensi Quartararo Belum Didukung Oleh Performa Motornya.


YKGP - Hallo Gaez, Seperti yang kita ketahui bahwa Quartararo sekarang menjadi bahan perbincangan di dunia MotoGP, hal ini disebabkan karena memang bocah ini mampu membuktikan bahwa keraguan dan pesimistis dari media di patahkannya. Bukannya sekali bahkan beberapa kali ia mampu membuktikan bahwa ia memang layak untuk menjadi rider yang di perhitungkan di MotoGP ini.

Kesempatan pertama ia buktikan di Losail, Qatar dengan sangat mengejutkan ia bisa mengungguli rider tim pabrikan Ducati, ia berhasil meraih starting grid posisi ke 5 di bawah jack miller yang sudah berpengalaman, namun ia berhasil unggul dari Danillo Petrucci yang hanya mampu mengawali balap di grid ke 7, dan hasil akhir dari race ia berhasil finis ke 16 dengan artian ia tidak mendapatkan poin sama sekali, namun ia patut berbangga karena ia berhasil menjadi faster laps dengan 1'55.039 mengungguli Alex Rins dari tim pabrikan Suzuki.


Di race kedua yang berlangsung di Argentina, ia mampu menempati grid ke 8 dan mampu meraih poin perdana nya di MotoGP dengan berhasil meraih posisi ke 8, selanjutnya di Argentina ia sedikit mundur dengan start di posisi 9 namun berhasil memperbaiki raihan finisnya beranjak satu tinggat ke posisi 7.

Di MotoGp Jerez inilah titik balik baginya dan juga bagi tim, tak lain dan tak bukan adalah ia mampu memecahkan rekor peraih pole termuda dan mendepak Marc dari tahta tersebut, bagi timnya yaitu SIC Petronas ini merupakan sejarah rekor bagi keikutsertaannya di MotoGP dengan menempatkan kedua pembalapnya yang notabene sebagai tim satelit manjadi pole sitter untuk Qiuartararo dan di grid kedua untuk Morbidelli rekan setimnya, disusul oleh Marquez di posisi ketiga.


Dengan raihan ini ia di gadang-gadang akan menyingkirkan Marquez juga di race yang akan berlangsung , star berlangsung menegangkan walaupun ia tidak dapat mempertahankan posisinya namun ia masih bisa bertahan di posisi ke 3 di bawah rekan setimnya Morbidelli, lap ke 11 ia berhasil mendahului  Morbidelli dan langsung membidik Marc Marquez di depannya, usahanya berjalan lancar sehingga ia bisa memangkas jarak dengan pimpinan balap, namun sayang setelah 3 lap berselang ia mengalami kendala teknis, ia tidak dapat melakukan perpindahan gigi, nahas bagi Quartararo ia harus masuk garasi dan tidak bisa melanjutkan balapan, hasil yang antiklimaks baginya, iapun meluapkan kekecewaannya dengan beruaikan air mata saat tiba di depan garasi.

Race berikutnya di Prancis ia masih konsisten di 10 besar starting grid dan finis di posisi ke 8, kemudian di Mugello, Italia ia masih juga masug 10 besar starting grid bahkan ia di posisi ke 2 dibawah Marc marquez, namus sayangnya ia tidak bisa mempertahannkannya dan hanya mampu finis di posisi 10, namun dapat di ambil kesimpulan anak ini bisa konsisten dengan kecepatannya.


Dan sekali lagi ia membuat kejutan di seri ke  7 MotoGP Catalunya, Spanyol. Lagi lagi dengan meraih pole sitter keduanya, dan berhasil merengkuh podium pertamanya menjadi runner up sebagai rider debutan dan juga tim debutan, walaupun hasil ini tak luput dari hibah akibat kecelakan beruntun yang melibatkan Lorenzo, Dovi, lalu duo Yamaha Vinales dan Rossi. Namun patut di catat bahwa ia mampu mempertahankan kecepatannya dan berhasil mengunnguli Petrucci yang harus berpuas finis di posisi ke tiga.

Dapat saia simpulkan, bahwa sepanjang race yang sudah di lalui oleh Quartararo ia mampu menunjukkan bahwa ia bisa cepat, ia konsisten dengan raihan startnya, dan mampu finis di 10 besar di lima seri, mampu 6 kali menyelesaikan balap dari 7 seri yang sudah berlangsung, mampu meriah 5 poin race dari 7 kali seri, beberapa kali mampu meraih fastest lap, ini menunjukkan bahwa Quartararo mempunyai potensi besar untuk menunjukkan kemampuannya.


Namun itu saja tidaklah cukup gaez jika motor yang ditungganginya tidak selevel dengan rivalnya, terlihat motornya begitu mudah di lewati lawannya, dan walaupun Quartararo mampu mendahului ridernya ia harus bekerja extra keras, lalu juga ada faktor keberuntungan juga, seperti Crash of Catalunya kemarin membuatnya mendapatkan hibah daru pembelap di depannya yang mengalami crash.

Seandainya motornya selevel dengan tim pabrikan, support finansial juga disamakan dengan tim pabrikan, update part juga sama waktunya dengan tim pabrikan, saya rasa The Next Marquez bukan tidak mungkin ia kan dapatkan, dan ia layak untuk mendapatkan sebutan itu.
Gimana gaez setuju? kalian boleh kok tidak setuju,....

Arrivederci,...
Read more

25 June 2019

Performa Impresif Fabio Quartararo,Tebar Ancaman Bagi Rider MotoGP


YKGP - Hallo Gaez, Fabio Quartararo memang bukan rider yang memiliki prestasi yang gemilang layaknya debutan lainnya seperti Morbidelli, Zarco, Bagnaia yang sebelum memutuskan masuk ke kelas utama MotoGP membawa bekal dengan juara dunia atau minimal masuk ke top five di kasta Moto2.

Tengok saja track record profilnya, memulai debut di Moto3 tahun 2015 ia hanya mampu menghuni peringkat 10 klasemen akhir, dari 19 seri hanya mampu 8 kali menyelesaikan race, prosentasi yang kurang dari 50% bisa menyelesaikan lomba, 2 diantaranya mampu podium, namun saya rasa itu tidak cukup jika hanya bisa finis di 8 seri saja, lalu tahun berikutnya 2016 masih di Moto3 ia bisa lebih baik dengan mampu finis di 15 seri dari 19 race kalender balap, apakah hasilnua lebih baik? malah jeblok gaez, di klasemen akhir ia malah melorot 3 posisi dari tahun sebelumnya, hanya mampu bertengger di posisi 13 klasemen akhir, suatu kemunduran bagi dirinya, dan lebih di perburuk lagi ia tidak satupun seri yang meraih podium.


Di tahun berikutnya ia mencoba peruntungan di Moto2, namun ia juga belum mendapatkan hasil yang memuaskan, dari 19 seri hanya mampu 15 kali menyelesaikan balap dama seperti tahun sebelumnya di moto3 dan juga pendapat posisi 13 di klasemen akhir, tahun 2018 ia masih di Moto2, dan lumanan mendapat angin segar dengan 17 kali menyelesaikan balap hanya 1x gagal finis, dan 1x tidak balapan karena seri dibatalkan karena cuaca buruk di seri Britania Raya, namun hasilnya juga tidak begitu memuaskan dengan bertengger di posisi 10 klasemen akhir.


Dengan pencapain yang kurang menjajikan tersebut, banyak yang meragukan kemapuan El Diablo terlebih ia hijrah ke tim satelit yang praktis ndak punya pengalaman di ajang Grand Prix, yups benar prkatis SIC petronas terbentuk ketika Tech3 hengkang dari Yamaha dan menerima pinangan dari KTM untuk bermitra dengannya, dengan menyandang nama sebagai debutan juga, SIC Petronas melakukan perjudian dengan merekrut Quartararo yang sangat minim prestasi sebagai tandem Morbidelli.


Perjudian tersebut ternyata membuahkan hasil yang maksimal sampai seri ke 7 di Catalunya kemarin, El Diablo mampu tembus 10 besar starting grid, tak hanya itu ia bahkan bisa meraih dua kali pole di Spanyol, masing masing di Jerez dan Catalunya, bahkan menggeser rekor the Baby Alien dengan merngguh Pole termuda sepanjang sejarah MotoGP, jika Marc meraih Pole di usia 20 tahun 20 hari(cmiiw) Quartararo mampu meraih Pole sedikit lebih muda 6 hari dari Marquez di usia ke 20 tahun dan 14 hari.


Lebih ngenesnya lagi Quartararo juga mampu mengalahkan Marc Marquez menjadi Pole Sitter termuda dengan menggunakan motor dari tim satelit, ndak seperti Marquez yang hijrah dari Moto2 ke MotoGP langsung ke pabrikan besar Repsol Honda, dengan kiprahnya sepanjang MotoGP ini media banyak yang memprediksi bahwa Quartararo adalah orang yang layak menyandang The Next Marquez.

Tentu masih terlalu dini untuk mengadang-gadang Quartararo seperti itu, namun jika mampu menunjukkan konsistensi dan dukungan sepenuhnya dari pabrikan Yamaha bukan tak mungkin hal itu akan terjadi, so let's waiting for it, ibarat kata Belanda masih jauh gaez, walaupun secara harfiah Belanda tinggal menunggu hari untuk race nya,... perjuanganmu masih panjang nak,...

Arrivederci,...

Read more