Showing posts with label Olahraga. Show all posts
Showing posts with label Olahraga. Show all posts

26 December 2015

MotoGP,Ban Depan Dapat Cacian Ban Belakan Raih 2 Jempol



Pabrikan ban asal Prancis, Michelin yang menggantikan Bridgestone sebagai penyuplai ban tunggal MotoGP mulai musim depan, memperingatkan seluruh peserta bahwa permasalahan kurangnya grip ban depan tak bisa diselesaikan dalam sekejap.

Kepada Motorsport, Direktur Motorsport Michelin, Pascal Couasnon menyatakan bahwa tim dan para pebalap harus bersabar menanti perkembangan ban depan yang kerap menimbulkan kecelakaan dalam uji coba-uji coba Michelin yang digelar sepanjang tahun ini.


"Kami ingin mereduksi grip ban belakang. Tapi pebalap, tim dan promotor menolaknya. Ban kami punya karakteristik khusus, dan beberapa pebalap menyukainya. Bagaimanapun tak ada solusi ajaib. Ban kami begitu berbeda dengan pabrikan ban lain, dan kami harus berdiskusi dengan semua anggota Keluarga MotoGP untuk memahami seberapa jauh kami bisa mengembangkan karakteristik ini," ujar Couasnon.

Para pebalap MotoGP diketahui melempar pujian soal ban belakang Michelin, namun sangat kritis soal ban depannya. Mereka yang terjatuh saat uji coba, mengaku bahwa semuanya dikarenakan ban depan. Bahkan pebalap-pebalap ini mengaku tak mendapatkan tanda-tanda apapun saat akan terjatuh.


"Pebalap butuh waktu untuk memahami tingkah laku ban kami. Mereka harus tetap membangun rasa percaya diri. Kami masih berupaya untuk memperbaiki ban depan. Meski begitu, walau kami masih mendapat kritikan soal hal ini, para pebalap menyatakan bahwa versi terbarunya sudah jauh lebih baik daripada versi uji coba-uji coba yang pertama," tutup Couasnon.

Read more

18 December 2015

Dua Skenario Untuk Pembiayaan MotoGP 2017 Di Indonesia Oleh Pemerintah

Pemerintah terus mempersiapkan diri jelang menjadi tuan rumah MotoGP 2017. Satu hal yang sampai saat ini masih dalam pembahasan adalah terkait pembiayaan promotion fee sebesar 23,4 juta Euro.

Sejak resmi mengajukan diri jadi salah satu tuan rumah MotoGP 2017 pemerintah baru bisa mengeluarkan dana Rp 5 miliar. Jumlah tersebut tentu saja belum mencukupi karena Indonesia juga wajib membayar promotion fee sebesar 23,4 juta Euro (setara dengan Rp 355,3 miliar)

Angka tersebut untuk periode tiga musim sekaligus. Rinciannya adalah 7 juta Euro (Rp 106,3 miliar) untuk tahun 2017, 8 juta Euro (Rp 121,4 miliar) di musim 2018, dan sebesar 8,4 juta euro (Rp 127,5 miliar) untuk tahun 2019.

Di samping promotion fee, pemerintah juga dibebankan biaya renovasi Sentul yang diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp 150 miliar. Itu merupakan kewajiban yang harus segera dilakukan tahun 2016 karena berkaitan dengan infrastruktur penyiapan dari MotoGP.

Menyadari dana yang dikeluarkan untuk menyelenggarakan balap motor dunia itu tidak sedikit, pemerintah mulai mencari sejumlah opsi yang bisa meringankan anggaran.

Bersama Kementerian terkait seperti Kementrian Sekretaris Negara (KemenSetneg), Sekretaris Kabinet (Sekab), Kementrian Keuangan (Kemenkeu), BPKP, Kementrian Pekerjaan Umum (KemenPU), dan Kantor Staf Presiden (KSP), Kemenpora melakukan rapat pada Rabu (16/12/2015) malam.

Di dalam rapat tersebut ada sejumlah pembahasan, selain masalah Keppres (payung hukum) yang masih dikejar untuk bisa diterbitkan segera, juga masalah pembiayaan.

Terkait masalah pembiayaan, Gatot mengatakan di dalam rapat diputuskan dua skema yang bisa digunakan untuk pembayaran promotion fee. Skenario pertama menggunakan dana APBN namun belum dipastikan siapa yang bakal bertanggung jawab, sementara skenario kedua adalah nama event dikomersialisasikan.


"Masalah MotoGP sampai tadi malam yang masih menjadi pembahasan adalah soal pembiayaan. Jadi ada dua skema pembiayaan, pertama itu menggunakan dan APBN tapi belum diputuskan siapa yang bertanggung jawab. Karena Kemenpora tahun 2016 baru anggarkan sebesar Rp 5 miliar, dan itu baru sebatas uang muka. Selebihnya masih belum seperti promotion fee dan renovasi Sentul," kata Gatot.

"Skenario yang kedua adalah membuat kegiatan itu dikomersialisasikan. Artinya, nama bisa saja international 2017 bla…bla..bla, tergantung nama company saat bidding yang bisa mampu membeli event itu. Nanti tahun 2018 beda lagi, atau dengan company yang sama juga seperti itu. Jadi nama Sentul itu ditanggalkan," paparnya.

Gatot mengatakan jika penanggalan nama Sentul sudah melalui persetujuan dengan Pengelola Sirkuit Sentul Tinton Soeprapto. "Dua hari yang lalu saya sudah bertemu Tinton, dan dia tidak keberatan untuk melepas nama Sentul, karena itu lazim di luar negeri, mereka jual kepada pihak swasta," ungkap Gatot.

Gatot pun berharap keputusan skema pembiayaan promotion fee ini bisa selesai cepat. Rencananya Kemenpora dan kementerian terkait akan melakukan rapat kembali pada Jumat (18/12) pagi.

"Besok pagi kami rapat lagi seharian, full team seperti kemarin malam, moga-moga selesai cepat. Supaya pekan depan hasilnya bisa dikirimkan kepada Presiden RI (Joko Widodo) dan dibahas di internal Istana,” pungkasnya.
Read more

17 December 2015

Luca Marini Adik Valentino Rossi,Jadikan Marquez Sebagai Mentornya


Adik tiri Valentino Rossi yang akan membalap Forward Racing di Moto2 tahun depan,
Luca Marini mengaku menjadikan pebalap Estrella Galicia 0.0 Marc VDS sekaligus adik Marc Marquez, Alex Marquez sebagai tolak ukur untuk belajar.

Marini yang berusia 18 tahun, musim ini turun di Kejuaraan Nasional Spanyol (CEV) Moto2 bersama Pons Racing dan berada di peringkat keempat. Berkat prestasi ini, Forward merekrut Marini yang juga merupakan anggota VR46 Riders Academy.

"Alex punya pengalaman jauh lebih banyak daripada saya, dan ia membela tim yang kuat. Entah kapan saya bisa menyamai levelnya. Tapi saya akan senang bila punya kesempatan bertarung dengannya. Tak diragukan lagi, ia merupakan tolak ukur saya. Saya akan terus mengamatinya sembari belajar," ujarnya kepada Speedweek.

Meski begitu, Marini yakin bukan hanya Marquez yang akan menjadi musuhnya. Juara dunia bertahan, Johann Zarco serta Alex Rins dan Franco Morbidelli ia yakini akan menjadi ancaman serius, terutama tandemnya sendiri, Lorenzo Baldassarri.

"Saya rasa pebalap terkuat tahun depan adalah Zarco, Rins dan Morbidelli. Begitu juga Baldassarri, tandem saya. Saya harus memperhatikan gerak-geriknya. Ia tampil baik musim ini dan ia konsisten dalam meraih hasil baik," tutup Marini.
Read more

15 December 2015

Rio Haryanto Tinggal Tunggu Verifikasi FIA Untuk Berlaga Di F1

Rio Haryanto kian dekat untuk membalap di Formula 1. Manajer Rio, Piers Hunnisett, menyebut negosiasi kontrak dengan Manor berjalan baik, kendati ada beberapa hal yang perlu diselesaikan.

Senin (14/12) kemarin, merupakan jadwal Rio melakukan tandatangan kontrak dengan Manor. Hunnisett belum bisa menyebutkan detail soal kontrak tersebut. Ia hanya menjelaskan, jika negosiasi yang dilakukan timnya dengan Manor berjalan mulus. Namun, ada beberapa pekerjaan yang perlu diselesaikan dalam waktu 2 pekan. 

"Negosiasi kami dengan tim manor kemarin berjalan positif. Namun, ada beberapa hal yang masih perlu diselesaikan. Target kami dalam dua minggu ke depan persoalan ini beres," kata Hunnisett ketika dihubungi, Selasa (15/12/2015).


Dihubungi terpisah, Ibu Rio, Indah Pennywati, mengatakan saat ini Rio sudah masih menunggu verifikasi dari pihak Federation Internationale de L’automobile (FIA), sebelum akhirnya Manor mengumumkan secara resmi Rio masuk dalam tim tersebut.

"Kami tinggal menunggu keputusan FIA dan yang berhak mengumumkan adalah tim Manor. Yang pasti semua dokumen dan tes sudah kami lengkapi," kata Indah.

Rio sudah mengirimkan surat kontrak kepada Manor yang berisi tanda tangannya dan juga surat rekomendasi dari Menpora Imam Nahrawi. Surat rekomendasi Menpora itu berisi jaminan bahwa uang sponsor, sebesar 15 juta euro, bakal dibayar secara bertahap.

Uang sponsor tersebut berasal dari Pertamina dan perusahaan-perusahaan lainnya. Sebagai gantinya, Menpora juga meminta aktivitas serta tempat untuk mempromosikan Indonesia dan perusahaan-perusahaan yang mendanai pada badan mobil.

Rio diterima membalap untuk Manor setelah tim asal Inggris itu puas dengan hasil tesnya di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 1 Desember silam.
Read more

Aksi Valentino Rossi Juarai Rally Monza

Dua pekan berlalu, namun euforia kemenangan Valentino Rossi di Monza Rally Show 2015 tetap menggema. Ini adalah gelar juara keempat bagi The Doctor di event yang sama, setelah menjuarainya pada tahun 2006, 2007 dan 2012.
Dalam ajang ini, Rossi melawan pereli Kejuaraan Reli Dunia (WRC) dari Hyundai, Theirry Neuville dan sahabat sekaligus asisten pribadinya sendiri, Alessio "Uccio" Salucci. Selain itu ada juga duet bersaudara anggota tim Suzuki Ecstar MotoGP, yakni Davide Brivio sang manajer tim, dan Roberto Brivio sang mekanik.
Ini juga merupakan ke-11 kalinya Rossi mengikuti ajang Monza Rally Show, yang biasa digelar pada bulan November, usai kejuaraan-kejuaraan dunia baik motor maupun mobil berakhir.
Bagaimana sih aksi The Docto rsaat menjuarai gelaran tahun ini? Tonton aksinya, di bawah ini

Read more