20 December 2015

Solidaritan,Perempuan Non Muslim Di seluruh Dunia Pakai Hijab



Setidaknya dua kejadian di akhir tahun ini membuat ketakutan terhadap Islam atau Islamofobia kian meningkat di Eropa dan Amerika Serikat. Dua kejadian itu adalah Teror Paris yang menewaskan 129 orang dan penembakan massal di San Bernardino yang membuat 14 nyawa melayang.

Sejak peristiwa serangan ke Gedung World Trade Center di New York, Amerika Serikat, pada 11 September 2001 wajah dunia berubah drastis. Orang-orang Barat, terutama Eropa dan Amerika mulai penasaran dan mencari tahu apa itu Islam dan bagaimana ajarannya. Dalam kurun 14 tahun ini bisa dibilang mayoritas warga Barat menilai Islam adalah agama penuh kekerasan. Terlebih kemunculan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) turut memperburuk pandangan Barat terhadap Islam dan warga muslim.

Namun di antara orang Barat itu masih ada mereka yang lebih mendahulukan akal sehat dan mempunyai rasa simpati lebih tinggi ketimbang orang lain. Mereka tidak segan-segan mendukung dan membela warga muslim yang sedang mengalami tekanan oleh lingkungan di sekitar.

Berikut lima peristiwa ketika kaum hawa nonmuslim dengan rela memakai jilbab sebagai bentuk solidaritas dan dukungan mereka terhadap kaum muslim di seluruh dunia:

1. Swedia 

Warga laki-laki dan perempuan dari berbagai agama di Swedia ramai-ramai mengunggah foto mereka sedang mengenakan jilbab di media sosial untuk mendukung seorang perempuan muslim yang diserang lantaran memakai jilbab.

Perempuan muslim itu sebelumnya dipukuli di pinggiran Ibu Kota Stockholm karena memakai jilbab, seperti dilansir stasiun televisi Aljazeera, Selasa (21/8).

Juru bicara polisi Ulf Hoffman mengatakan seorang pria tak dikenal menyerang perempuan hamil yang memakai jilbab itu di kawasan Farsta Jumat lalu. Orang itu memukuli dan membenturkan kepala perempuan itu ke sebuah mobil.

Hoffman menyatakan pria itu meneriakkan kata-kata bermotif agama sehingga membuat polisi yakin perempuan itu diserang karena agamanya.

Sejumlah pengguna media sosial Twitter dan Instagram di Swedia beramai-ramai mengunggah foto mereka mengenakan jilbab dengan tanda pagar (tagar) #hijabuppropet sebagai bentuk solidaritas mereka terhadap perempuan itu.

Pemimpin Partai Hijau Asa Romson mengganti foto profil dia di Twitter dengan gambar berjilbab untuk mendukung aksi itu.

"Inilah risiko dipukuli dan didiskriminasi lantaran cara mereka berpakaian dalam kehidupan sehari-hari perempuan di Swedia 2013," kata Romson dalam kicauan di akun Twitter.

Load disqus comments

0 komentar