Waspada!!! Virus Zika Lebih Ganas Dari Demam Berdarah Penyebarannya Di Daerah Tropis



Virus Zika mungkin terdengar asing di telinga. Pasalnya, kebanyakan virus yang menyerang warga Indonesia adalah virus demam berdarah. Virus Zika sejatinya telah lama mati suri, tetapi tahun 2015 kemarin, virus tersebut kembali melakukan serangan besar-besaran ke wilayah negara Brasil. Alhasil, lebih dari 1 juta warga Brasil terjangkit virus Zika.

Meski penyebarannya hampir sama seperti virus demam berdarah, namun ternyata virus Zika tergolong ganas karena berpotensi menyerang otak janin. Selain itu, penyebarannya juga begitu cepat. Kini, tak hanya Brasil saja, karena virus Zika juga menyerang lebih dari 20 negara di bagian barat.


Apakah Virus Zika tergolong virus baru?

Sebenarnya virus Zika tergolong virus lama. Virus ini pertama kali ditemukan pada tahun 1947 ketika terisolasi dari monyet di hutan Zika, Uganda.

Apa yang terjadi jika Anda terkena virus Zika?

Virus Zika sangat sulit dideteksi karena tidak mempunyai gejala sama sekali. Namun, sebanyak 20 persen pasien yang terkena virus Zika menunjukkan beberapa gejala, seperti demam ringan, sakit badan, sakit kepala, mata merah, dan ruam pada tubuh.

Walau gejalanya relatif ringan, terkadang pasien virus Zika juga menunjukkan gejala lain, di antaranya sakit perut, mual, dan diare. Lebih parah lagi, virus Zika bisa mematikan sistem kekebalan tubuh, merusak sel-sel saraf, menyebabkan kelemahan otot, kelumpuhan, dan penyusutan otak bayi (microcephaly).

Apa yang harus dilakukan wanita hamil agar tidak terjangkit virus Zika?

Beberapa negara seperti Amerika telah menyarankan warganya yang sedang hamil untuk mencari tempat aman keluar negeri. Namun, jika mereka merasa aman di dalam negeri, mereka harus bisa mencari cara untuk menghindari gigitan nyamuk.

Bagaimana penyebaran virus Zika?

Sejauh ini, penyebaran virus Zika diketahui melalui nyamuk Aedes Aegypti. Namun, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa virus Zika juga dapat menyebar melalui hubungan seksual dan orang yang gemar bepergian ke luar negeri.


Apakah virus Zika sudah ada vaksinnya?

Sampai saat ini, belum ditemukan vaksin untuk melawan virus Zika. Namun, WHO telah menyerukan kepada seluruh peneliti untuk segera mengembangkan vaksin virus Zika.

Bagaimana cara menghentikan penyebaran virus Zika?

Cara yang paling mudah untuk menghentikan virus Zika adalah dengan memusnahkan kehidupan nyamuk. Anda dapat mencegah penyebaran virus Zika dengan melakukan gerakan 3M (menutup, mengubur, dan menguras air). Selain itu, Anda juga harus merapikan segala tempat yang diduga bisa digunakan untuk sarang nyamuk, termasuk semak-semak dan pakaian yang menumpuk.

Post a Comment