Penangkaran Karnivora DItemukan Selama Penggalian Piramida Mesoamerika


Sisa-sisa kandang karnivora ditemukan dalam penggalian yang dulunya merupakan salah satu kota terbesar di dunia.

Sisa-sisa dari puma, elang, dan serigala ditemukan di Teotihuacan, yang merupakan salah satu kota terbesar dan terkuat di dunia antara abad ke-1 hingga abad ke-6.

Para ilmuwan mengatakan dalam studi PLoS ONE bahwa kemunculan sisa-sisa puma, elang, dan serigala ini mendorong kembali tanggal pertama kali manusia mulai menggunakan karnivora di dalam rantai kehidupan sosial yang sebelumnya diperkirakan baru sekitar 1.000 tahun.

Dengan berhati-hati memeriksa tulang, penulis penelitian mampu menemukan tulang yang patah dan bukti dari stresnya hewan-hewan yang dikurung itu, misalnya pada tiga kerangka elang menunjukkan stres pada bagian bawah kaki, dimana kaki mereka mungkin telah terikat pada sebuah tempat untuk bertengger.

Analisis isotop memberikan dukungan lebih lanjut untuk teori ini. Teknik ini terutama memfi turkan studi elemen masa kini dalam sisa-sisa elemen organik, dan isotop tertentu dapat membuat mereka mencapai tulang didasarkan pada makanan dan minuman. Analisis tulang mengungkapkan isotop karbon C4 tingkat tinggi, yang hanya ada dalam jagung dan tidak mungkin untuk dimakan oleh karnivora liar.

“Hasil ini mendorong kembali penanggalan bagi penangkapan karnivora untuk tujuan ritual, hampir 1000 tahun sebelum penjajah Spanyol menjelaskan tentang Kebun Binatang Moctezuma di ibukota Aztec tersebut”, menurut tulisan dalam abstrak penelitian.

“Menilik dari hasil penelitian tim peneliti ini, sebuah kelompok karnivora di Teotihuacan mungkin telah diberi makan jagung, atau makan secara omnivora, layaknya anjing dan manusia. Tidak seperti catatan sejarah, penelitian ini memberikan bukti arkeologi paling awal dan langsung tentang praktek semacam ini di Mesoamerika.” (Osc)

Post a Comment